Thursday, March 13, 2014

Tweet LeBron James saat menjadi menjabat sebagai juru bicara Galaxy Note (Foto: Apple Insider)

SEOUL - Samsung menunjuk bintang NBA, LeBron James, sebagai juru bicara lini phablet Galaxy Note. Sayangnya, pemain berjuluk King James itu membuat kesalahan karena mengeluhkan produk Samsung itu di Twitter.
 
Melalui akun @KingJames, ia sempat berkicau bahwa perangkat yang dipakainya telah menghapus semua konten yang ada di dalamnya dan terjadi reboot.
 
"My phone just erased everything it had in it and reboted. One of the sickest feelings I've ever had in my life!!!," demikian tweet James di Twitter, seperti dilansir Apple Insider, Kamis  (13/3/2014).
 
Menyadari kesalahannya, pebasket NBA klub Mimi Heat ini kemudian menghapus tweet tersebut. Namun kicauannya itu telah di-retweet dan difavortikan oleh para follower-nya. Tak hanya itu, screenshot tweet tersebut juga beredar di jagat maya.
 
Ini bukan kali pertama upaya Samsung menggandeng selebriti untuk mempromosikan produk-produknya, justru berakhir miris. Pada tahun lalu, misalnya, saat Samsung menjadi sponsor pemain tenis David Ferrer. Alih-alih menggunakan smartphone Samsung, Ferrer justru berkicau mempromosikan Galaxy S4 melalui iPhone miliknya.

CALIFORNIA - Google didesak untuk memperbaiki sistem pembelian in-app. Baru-baru ini dikabarkan seorang anak berusia lima tahun menghabiskan USD66 atau sekira Rp740 ribu, yang melakukan pembelian dalam permainan (in-app purchasing).

Dilansir Pcauthority, Rabu (12/3/2014), kantor pengacara asal California mengajukan gugatan terhadap Google. Gugatan ini mengikuti tekanan dari regulator untuk pengembang dan toko aplikasi yang seharusnya membuat anak-anak lebih sulit untuk membeli konten atau items dalam permainan tanpa sepengetahuan orangtuanya.

Perusahaan mesin pencari ini dituntut karena memudahkan anak-anak sampai mencapai tagihan nominal uang tersebut. Tidak hanya Google, Apple melalui App Store juga kerap memudahkan anak-anak untuk in-app purchasing.

"Google tidak adil mendapatkan keuntungan dengan memasarkan permainan gratis atau murah kepada anak-anak dan dengan mengizinkan mereka untuk dengan mudah (mendapatkan) tagihan untuk mata uang tidak berharga dalam permainan," kata Shanon J. Carson dari Berger & Montague.

Perusahaan yang berbasis di Mountain View ini juga dianggap tidak memasukkan kontrol yang wajar seperti diperlukannya password untuk bisa melakukan pembelian dalam aplikasi atau permainan. Carson mendorong agar Google mengikuti Apple yang sudah menghentikan praktek yang membuat tagihan melonjak karena in-app purchasing tersebut.

"Google tentu menyadari bahwa pesaing utamanya, Apple, telah mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri praktik yang tidak adil ini, dan Google harus melakukan hal yang sama," tambah Carson. Lebih lanjut ia mengatakan, App Store diisi oleh game gratis atau murah dan perusahaan mendapatkan uang dengan menawarkan pembelian dalam aplikasi.

Apple kabarnya dipaksa untuk membayar USD32,5 juta untuk pengguna App Store yang menjadi 'korban' in-app purchasing. Perusahaan juga harus mengambil tindakan untuk memperketat kebijakan pembelian, diperlukan password saat melakukan in-app purchasing.
Banyak anak muda tidak mengetahui apa itu partai politik dan pemilu.

JAKARTA - Pemilih pemula di Indonesia kerap kali mengabaikan hak pilih mereka dan menjadi apatis dengan kondisi politik di negara tersebut. Maka, untuk menghindari kejadian tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) gencar melakukan sosialiasi terkait pemilu pada April 2014.

Sayang, pemilih pemula dari lima kabupaten/kota di Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) justru memperoleh informasi tentang pemilu lebih banyak dari media massa. Sementara itu, informasi dari sosialisasi KPU jauh lebih sedikit yang sampai ke anak muda.

Hal ini merupakan salah satu hasil riset yang dilakukan oleh YouSure Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Hasil riset tersebut dipaparkan dalam Talkshow Dinamika Pemilih Pemula: Persoalan, Peluang, dan Tantangan.

Menurut salah satu peneliti YouSure Desintha Dwi Asriani, penelitian tersebut dilakukan terhadap 500 siswa SMA di DIY pada Februari lalu. "Dari media massa sebanyak 37 persen, sekolah 12 persen, KPU dan aparat desa sembilan persen. Jadi media massa menjadi aktor penting dalam sosialisasi pemilu," tutur Desintha, seperti disitat dari laman UGM, Kamis (13/3/2014).

Meskipun media massa menjadi salah satu aktor penting dalam sosialisasi pemilu, hal ini menimbulkan persoalan pada orientasi pemilih pemula dalam memilih. Desintha menilai, media massa membentuk opini publik sehingga pemilih pemula cenderung memilih berdasarkan iklan politik dan bukan rekam jejak calon.

"Jika tidak hati-hati memang orientasi pemilih pemula akan digiring pada salah satu peserta pemilu sehingga menjadi kerugian besar," jelasnya.

Dari penelitian tersebut juga terungkap, 60 persen pemilih pemula itu belum pernah memperoleh sosialisasi pemilu 2014. Selain itu, 65 persen pemilih pemula menyatakan tidak mengetahui jumlah parpol peserta pemilu.

Sementara itu, anggota KPU DIY yang hadir yakni, Farid Bambang Siswantoro mengaku prihatin dengan hasil riset tersebut. Namun, dia mengaku, selama ini KPU DIY terkendala ketika akan melakukan sosialisasi pemilu di SMA.

"Relawan demokrasi banyak menawarkan sosialisasi di SMA tetapi banyak yang ditolak. Ya mungkin baru fokus persiapan ujian nasional (UN) atau takut terpolitisasi," papar Farid.

Dia menjelaskan, hadirnya relawan demokrasi antara lain melakukan sosialisasi pemilu kepada lima segmen pemilih. Mereka adalah pemilih pemula, difabel, perempuan, kaum marjinal, dan keagamaan.

Di tempat sama, Dosen Jurusan Politik Pemerintahan Fisipol UGM Amalinda Savirani mengungkap, persoalan pemilu bukan semata-mata persoalan kaum tua tetapi juga generasi muda pemilih pemula yang sama-sama memiliki hak pilih. Amalinda melihat selama ini sistem demokrasi di Indonesia belum sepenuhnya ramah dengan pemilih.

"Generasi muda jangan hanya jadi obyek pemilu saja. Selain itu hal-hal yang teknis jangan dibiarkan karena bisa saja golongan putih (golput) itu terjadi karena faktor tidak sengaja," tegas Amalinda.
Dude-Alyssa siap nikah

TINGGAL dua kali lagi Dude Harlino dan Alyssa Soebandono akan melakukan fittingbusana pernikahan. Dalam sesi itu, busana akan terus disempurnakan hingga hari H.  
Hari bahagia pasangan Dude Harlino dan Alyssa Soebandono tinggal beberapa hari lagi. Setiap detail persiapan pernikahan pun terus dimatangkan, termasuk busana untuk akad dan resepsi.
 
Untuk itu, kedua pasangan ini tetap dijadwalkan menjalanifitting busana hingga hari istimewa itu tiba.
 
Dilansir dari Media Online :“Busana untuk pernikahan mereka sudah siap. Paling selama fittingsekaligus untuk memastikan busananya terasa nyaman saat dikenakan, bagus, rapi, dan jiwanya harus ada,” jelas Ferry Sunarto secara eksklusif , baru-baru ini.
 
Selain itu, kata desainer yang karyanya sudah dikenal di mancanegara ini, pihak tim juga akan memerhatikan setiap detail busana agar tampil istimewa di hari bahagia mereka.
 
“Selama fitting, kami biasanya juga mendokumentasikan foto mereka. Dari hasil foto, kami bisa mengecek apakah masih ada yang kurang sempurna dan bisa diperbaiki. Sesi ini sebagai bahan evaluasi setiap saya meeting dengan tim,” tutup anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

pihak tim Ferry Sunarto terus melakukan koordinasi agar semuanya berjalan dengan baik. Bahkan termasuk kemungkinan Alyssa mengenakan hijab juga menjadi perhatian sang desainer.
 
“Kami berusaha memersiapkan semuanya dengan baik. Termasuk bila mempelai wanita akan mengenakan hijab, kami akan persiapkan. Hanya saja soal keputusan itu saya serahkan kepada Alyssa,” tutur Ferry Sunarto secara eksklusif , belum lama ini.
 
Dihubungi secara terpisah terkait hal itu, Alyssa memberikan jawaban ringkas.
 
“Belum tahu, belum dibicarakan. Semua ada prosesnya dan tidak mau dipaksa. Saya ingin ikhlas dan mendapatkan berkah. Biar Icha saja yang tahu melakukan sesuatu yang baik,” ucap Alyssa eksklusif kepada di Media Online.

Wednesday, March 12, 2014


Dunia maya sedang heboh mengobrolkan fenomena minum air bekas cuci kaki Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum partai banteng, PDI perjuangan.
Rata-rata tidak habis pikir, mengapa masih saja ada orang yang percaya dengan khasiat berkah meminum air bekas cuci kaki seseorang yang dianggap tokoh?
Dalam foto tampak kader partai banteng bernama Cecep Ondon Iskandar (68), meminum air bekas membasuh kaki Megawati. Pria kelahiran Tomo, Kabupaten Sumedang itu, sebagaimana dikutip sebuah situs berita, mengatakan tidak jijik melakukan hal itu.
Cecep justru bertekad, sebelum meninggal, dirinya ingin membasuh kaki Megawati, lalu air bekas basuhan kaki itu diminum dan dibasuhkan ke wajahnya. Kini, impian itu kesampaian dan Cecep sangat lega!
Tapi aksi Cecep mengundang heboh obrolan di dunia maya. Di kaskus, aksinya menjadi trending topic obrolan banyak orang.
Di Twitter tak kalah panas. "Hueeekkkk,' tulis pemilik akun Twiter @Imaseva, meluapkan rasa jijiknya.
"Masih ada orang seperti ini ya.. tidak naik pikir saya...hahahahahaha," tulis akun @rezaphotograph.
"Mendadak gak selera makan," tulis akun @farmillah.
Pantauan Tribunnews.com, obrolan seru soal itu juga menyebar di Facebook. Berbagai tautan gambar dan berita soal fenomena minum air bekas cuci kaki Megawati juga jadi obrolan di situs pertemanan itu.
"Wow loyalitas mutlak, ada yang salah," tulis seorang facebooker bernama Muhamad Hidayat.
Ada juga banyak berkomentar kasar dan menghujat yang tidak pantas dipaparkan secara detil dalam tulisan ini.
Petugas keamanan mencoba memadamkan api

NEW YORK - Dua orang dilaporkan tewas dan 17 lainnya terluka dalam sebuah ledakan di Upper Manhattan, New York, Amerika Serikat (AS).

Melansir Sky News, Rabu (12/3/2014), ledakan tersebut memicu runtuhnya bangunan dan menimbulkan api di Kota New York. Ledakan di dekat Park Avenue dan 116th Street in East Harlem meruntuhkan dua bangunan apartemen.

Seorang saksi mata melaporkan mendengar ledakan besar sekira pukul 09.00 waktu setempat. Satu bangunan lima lantai tampaknya hancur menjadi puing-puing, dan gambar dari tempat kejadian menunjukkan bangunan kedua juga rusak parah.

Wali Kota New York Bill de Blasio telah mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut karena adanya kebocoran gas. Ledakan yang menewaskan dua orang ini bahkan telah dilaporkan 15 menit sebelumnya.

"Kebocoran gas dilaporkan 15 menit sebelum insiden. 250 petugas pemadam kebakaran berada di tempat kejadian di Harlem," ungkap De Blasio, seperti dilansir dari ITV, Rabu (12/3/2014).

Wali Kota de Blasio mengatakan jika ledakan tersebut merupakan kejadian paling yang pernah ada. "Ini adalah tragedi yang paling buruk di mana hampir 20 terluka dan dilaporkan dua orang tewas," tambah dia.

Sebelumnya, telah terjadi ledakan di dekat Park Avenue dan 116th Street in East Harlem serta meruntuhkan dua bangunan apartemen.

Seorang saksi mata melaporkan mendengar ledakan besar sekira pukul 09.00 waktu setempat. Satu bangunan lima lantai tampaknya hancur menjadi puing-puing, dan gambar dari tempat kejadian menunjukkan bangunan kedua juga rusak parah.

Puput Melati & ustadz Guntur Bumi

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan jika pengobatan Ustaz Guntur Bumi (UGB) telah menyimpang dalam pengurusan zakat, infak dan sedekah. Merasa malu dengan pernyataan MUI itu, UGB pun siap menutup pengobatannya yang telah menyebar ke berbagai daerah. Ia juga meminta maaf terhadap para pasiennya atas apa yang telah ia perbuat hingga akhirnya dilaporkan ke MUI.

"Saya minta maaf kepada seluruh pasien. Saya bersedia menutup praktik pengobatan saya yang selama ini berjalan di berbagai daerah," ungkap UGB saat ditemui di kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/3/2014).

Ia mengungkapkan pihak MUI memberikannya kesempatan selama enam bulan untuk melakukan pembenahan terhadap pengobatannya yang dinilai telah menyimpang. Mantan pemburu hantu itu mengaku siap berkordinasi dengan MUI dalam melakukan perubahan terhadap tempat pengobatannya.

"Karena MUI berikan kesempatan enam bulan pembinaan, maka nanti akan koordinasi," lanjut UGB.

Sekedar diketahui, dalam keputusan MUI, praktik pengobatan UGB dinyatakan tidak keluar dari syariat Islam. Tetapi penyimpangan terjadi dalam urusan zakat, infak dan sedekah. MUI meminta agar penyimpangan itu tak terjadi lagi dan UGB lebih mengedepankan asas Islam dalam menerapkan prakteknya.